Jika anda ingin merakit ataupun meng-upgrade RAM laptop atau PC pada tahun 2025–2026, kemungkinan besar anda sudah merasakan sendiri bahwa harga komponen tersebut terasa tidak masuk akal.
Dalam periode tersebut, harga RAM mengalami kenaikan yang sangat tajam secara global, baik untuk DDR4 maupun DDR5. Kondisi ini membuat banyak pengguna komputer dan laptop, untuk menunda upgrade dikarenakan biaya yang tiba-tiba melonjak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kenapa Lonjakan Harga Ini Bisa Terjadi?
Secara garis besar, lonjakan ini dikarenakan oleh ketidakseimbangan antara permintaan dan produksi. Permintaan besar dari industri kecerdasan buatan (AI) dan pusat data yang mendominasi permintaan membuat produsen (Samsung, Hynix, Micron, etc) untuk memprioritaskan memori kelas server, sehingga pasokan untuk konsumen menjadi terbatas.
Kenaikan ini bahkan mencapai level yang sangat tinggi. Dalam satu tahun, harga DDR4 sempat melonjak hingga lebih dari 2.000%, sementara DDR5 juga naik ratusan persen secara global. Kondisi ini membuat harga kit RAM yang sebelumnya terjangkau menjadi berkali-lipat lebih mahal, bahkan untuk kapasitas standar seperti 16GB atau 32GB.
Awal penurunan harga?
Namun, memasuki awal hingga pertengahan 2026, ada tanda-tanda yang menunjukkan kondisi akan sedikit berubah. Beberapa laporan terbaru mencatat bahwa harga RAM akhirnya mengalami penurunan kecil, sekitar 5% untuk DDR4, yang merupakan penurunan pertama setelah lebih dari satu tahun terus naik (2000%).
Tidak hanya itu, RAM DDR5 juga mulai menunjukkan tren serupa. Di beberapa pasar, harga modul DDR5 bahkan turun hingga 10%–30%, dan dalam kasus tertentu lebih dari 20% dari harga puncaknya.
Penurunan ini terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah melemahnya permintaan konsumen setelah harga terlalu tinggi, sehingga distributor mulai menjual stok untuk mengurangi inventory. Selain itu, adanya kekhawatiran bahwa kebutuhan memori untuk AI tidak akan terus meningkat secepat sebelumnya juga ikut menekan harga di pasar.
Meski begitu, penurunan ini belum bisa dianggap sebagai tanda bahwa harga akan kembali normal. Para analis menilai bahwa harga RAM masih berada di level yang tinggi, dan penurunan yang terjadi saat ini lebih bersifat koreksi pasar daripada pemulihan penuh. Bahkan, harga kontrak industri masih diperkirakan tetap naik dalam jangka pendek
Penutup
Secara keseluruhan, harga RAM di 2026 berada dalam fase transisi. Setelah lonjakan besar yang dipicu oleh krisis global dan kebutuhan AI, kini mulai terlihat sedikit penurunan harga. Namun bagi pengguna biasa, harga RAM masih tergolong mahal, dan kemungkinan besar akan tetap fluktuatif sebelum benar-benar stabil dalam beberapa tahun ke depan.
Via-Tom’s Hardware




